Tak Sekadar Nama, Ternyata Benar Ada di Dalamnya

Waduh, maksudnya gimana nih? 😄

Gini maksudnya.

Kalau sobat atau kawan yang tinggal di Jogja, atau minimal wilayah Sleman, tentu pernah dengar nama Dusun Candigebang. Namanya cukup terkenal dan mungkin sudah tidak asing lagi di telinga.

Tapi, tahu nggak kalau nama Candigebang itu bukan sekadar nama?

Ada cerita di baliknya.

Nama tersebut memang berasal dari keberadaan sebuah candi yang ada di dusun ini. Saya sendiri beberapa kali mendengar komentar seperti ini dari teman:

“Memang ada candinya? Tak pikir cuma nama saja.”

Padahal ya memang benar, Di Dusun Gebang ini ada sebuah candi yang dikenal sebagai Candi Gebang.

Sedikit Sejarah Candi Gebang

(Ijin copas dari Mbah Google ya 😅)

- Candi Gebang ditemukan pada November 1936 oleh warga Dusun Gebang yang sedang mencari batu untuk bahan bangunan.

- Candi ini berada di Dusun Gebang, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

- Ukurannya memang tidak terlalu besar. Denahnya berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 5,25 × 5,25 meter, sedangkan tingginya mencapai sekitar 7,75 meter.

- Struktur bangunannya terdiri atas kaki, tubuh, dan atap candi. Di dalam bilik utama terdapat sebuah yoni.

Jadi, kurang lebih seperti inilah bentuk Candi Gebang :

foto lama 2023, foto terbaru ada muka saya (ndak gagal fokus, karo  isen admine tampil)




foto terbaru (Admin bersama anaknya)

Waktu yang Enak untuk Berkunjung

Kalau dari saya, waktu yang paling enak untuk datang ke sini adalah pagi atau sore hari. Suasananya cukup tenang dan cocok untuk sekadar melepas penat, apalagi lokasinya tidak terlalu jauh dari Kota Jogja. Untuk berkunjung ke sini gratis, yang penting tetap sopan dan menjaga sikap. Izin penjaga dan mengisi buku tamu. Kalau datang bersama rombongan, sebaiknya izin dan buat janji terlebih dahulu.

Oh iya, di sebelah candi juga ada mini zoo namanya "Mahasvin Farm". Koleksinya lumayan banyak, mulai dari burung, unta, merak, sulcata, black swan, dan masih banyak lagi.



Apa lihat2, sini berkunjung dan belajar

Sempatkan mampir ke sini, biaya juga gratis, yang penting tetap izin, sopan dan menjaga sikap. Kalau datang bersama rombongan ya baiknya sama, tetap izin dan janji terlebih dahulu.
Yah kalau teman-teman ngepasi pas ke Embung Tambak Boyo atau Stadion Maguwo, boleh lah ramaikan Candi Gebang. Searching aja di Maps : Candi Gebang / Mahasvin Farm

Sedikit Intermeso: Kenangan Masa Kecil

Sedikit intermeso saja. Ada kenangan masa kecil yang tiba-tiba muncul ketika berkunjung ke tempat ini.

Saya lupa tepatnya tahun berapa, kalau tidak salah waktu itu saya masih SD. Dulu, kalau tidak salah, di sekitar candi masih cukup banyak batu, entah bagian dari candi atau apa. Yang jelas pengunjung sangat amat ramai dan bisa dikatakan banyak. Sampai-sampai disebelah utara candi dulu ada semacam hutan yang cukup lebat dan sempat dijadikan area parkir pengunjung(saking ramainya).

Nah, karena dulu masih berupa hutan, saya dan beberapa teman, sebut saja inisialnya Mt dan Bmbung, ngebolang dan  menyusuri area hutan tersebut.

Sampai suatu ketika, kami pernah diserang burung Besar. Tidak tahu apa itu, bisa jadi elang. 😅

Tidak tahu ya,  kami waktu itu dianggap makanan atau tak sengaja masuk ke wilayah atau teritorinya si burung. Yang jelas, begitu burung itu menyerang(Sampai ke tanah ni burung), kami bertiga langsung lari sekencang-kencangnya.

Hahaha.

Ini kisah nyata, lho. Dan semua saksinya masih hidup sampai sekarang. 😂

Kalau sekarang jangan ditanya.

Jangankan elang, burung-burung kecil seperti pleci atau prenjak pun sudah hilang.
Ya, maklum perkembangan zaman.
Hutan berubah menjadi kos-kosan.
Burung pun kehilangan tempat cari makan dan pijakan.

Cerita tentang Sebuah Nama : Baby G

Cerita tentang Sebuah Nama..

Anaku, Gibraltar namanya..

Yaaa, sebuah nama yang jarang ada..

Namun sudah lama jadi incaran bundanya..


Bukan sekadar nama, tapi ada kisah yang menjadi doa..

Lahir dari kisah sederhana, terinspirasi dari seorang muridnya..

Anak yang tampak biasa saja, namun menyimpan banyak kelebihan dalam dirinya..

Itulah yang kutangkap dari ceritanya..


Berharap, dari nama bisa menyalin karakternya..

Yahh, walau jalan setiap orang sudah ada garisnya..

Tak apa, karena nama adalah doa..


Seperti biasa, setiap orang tua pasti ingin hidup lama..

Ingin melihat anaknya tumbuh dewasa..

Bagaimana dia menyelesaikan masalahnya..hahaha



Sudahlah, sekian tulisan cerita sebuah nama..


6 September 2025, 20.00 WIB



Doa Tak Lagi Sama

sebelumnya baca dulu yang tulisan disana.

Hidupku kini sedikit berubah, 
Mengikuti tanggungjawabku yg juga bertambah, 
Doa kupun tak lagi sama, 
Berubah mengikuti keinginan dan keadaan akunya. 

Sebagai manusia, aku tak sempurna..
Kadang imanku dibawah, kadang diatas sampai besar kepala..
Yg jelas sekarang, mau coba fokus dulu dengan keluarga..
Aku tak tahu sedang menulis apa,,
Sebuah celoteh tak jelas, mengisi waktu ku didunia..



Terbangun Jam 3 Pagi

Jam 3 subuh terbangun dr mimpi..

Ku lihat anak lagi digendong istri.,.

Gantian, ku gendong anak sambil duduk dikursi.,

10 menit berlalu, kutidurkan kekasur didepan tv.,


Sambil rebahan, aku pun tiduran..

Mencoba melamun menarawang masa depan..

Waktu berlalu, indra telinga mendengar suara adzan.,

Ambil wudhu dan laksanakan kewajiban,,


23 Juli 2025, 

Celoteh Malam Di Ruang Klinik

Disalah satu ruang klinik, aku teringat akan kejadian dulu...

Dulu,..Aku tidur diatas kasur empuk ditunggu ayah dan ibuku...

Kini..Aku tidur dibawah, menunggu istri dan kelahiran anaku...

ohh aku sudah tumbuh, menuju babak baru dalam kehidupanku.

Ya Tuhannn, beri aku kekuatan menerima amanahmu....


Jumat Malam, 23.50 WIB,

20 Juni 2025


23.30

23.30
wanita tua merapikan warung
anak muda tidur di emperan toko
aku asyik melihat mereka
berhenti sejenak di lampu merah
Pengamen lewat penuh keringat

24.12
Tiba dirumah
Masuk kekamar matikan lampu 
Gelap membantu melihat diriku
Bersambung

12malam

12 malam terbangun dari tidur
Perut lapar pergi kedapur
Nyalakan lampu cari makan
7kecoak melihatku tak nyaman

12malam kekamar mandi
Cuci kaki,gosok gigi niat tidur lagi
Rebahkan tubuh pikiran melayang
Terbayang akan masa depan

1 malam belum juga terpejam
Sunyinya malam membuatku nyaman
Panjatkan doa pada penguasa
Mata terpejam juga







Sekitarku

Sekitarku


seekor laba-laba diam diatas kepala
membuat sarang menjebak buruan
datang kupu-kupu tanpa waspada
Jadilah santapan laba-laba

1 ulat seribu semut
Bukan lawan sepadan
Sepertinya sang ulat salah jalan
Sedikit mengelinjang untuk melawan
Tak lama mati jadi santapan

Ulat bulu disentuh adikku
Namanya anak kecil mana tahu
Menagis memangil ibu
Berakhir sudah kisahku
waktu pagi hari sabtu

Jalan dipasar

Tukang sulap dipasar
1 orang masuk kedalam box
mulut berdesis baca mantra
 box dibuka orang tak ada

ganti permainan
kalung mirip tasbih dikeluarkan
dipegang dan didoakan
tak lama keluar asap
orang-orang kagum melihat

tak lama penonton disuruh mendekat
tua,muda,kaya,miskin jadi satu
situkang sulap berceloteh
tasbihnya asli sakti

puluhan tasbih dikeluarkan
biasa tasbih sakti
taruh loker biar laris buat yang dagang
jadikan kalung biar memikat
ayo dibeli hanya 10ribu



 

Antara manusia dan pencipta

mencoba berucap dengan susunan kata
dibuat indah berharap dikabul sang penguasa
Siang malam doanya sama
Belum berganti sebelum harapan terjadi

Jadi bosan lama-lama
Serasa tak dilihat segala usaha
Pikiran mulai jenuh
Sedikit mejauh agar ENGKAU rikuh

Tak bertahan lama
Entah rasa apa,
Rindu juga padaNya
antara manusia dan pencipta